Sabtu, 14 Mei 2011

ikat cinta yg kuat

Jika gelombang prahara menerpa
Dan tali yang mengikat dua hati lepas
Jangan sebut yang demikian cinta
Sebab cinta adalah keteguhan nurani
Tuk pertahankan tali yang mengikat dua hati
Pernikahan adalah ikatan cinta yang sangat kuat: “mitsaqon gholidlo”. Ikatan yang sangat sangat kuat. Hingga tak mudah lepas. Ikatan yang menyatukan seorang pria dan wanita ini begitu kuatnya sehingga tak boleh goyah oleh badai yang menghantam. Oleh prahara yang menerjang. Oleh musibah yang menghadang.
Wahai para wanita, jangan karena kesulitan ekonomi, lantas engkau memojokkan suamimu. Mengeluhkan nafkahnya yang dirasa kurang. Mempertipis sikap romantis. Mengurangi kadar penghormatanmu kepadanya. Lalu kau sering melakukan kekerasan verbal yang menyinggung hati dan melukai harga dirinya sebagai lelaki. Jika engkau melakukan yang demikian, maka engkau telah mengendurkan ikatan cinta yang kuat itu. Dan semakin lama ikatan itupun semakin berkurang kekuatannya akibat perbuatanmu tersebut.
Wahai para pria, jangan hanya karena semakin banyaknya keriput di wajah isterimu lantas engkau mengurangi kadar cintamu. Lantas engkau pangkas kasih sayangmu. Lantas engkau turunkan perhatianmu kepadanya. Lantas engkau rubah sikap lemah lembutmu menjadi sikap keras lagi kasar. Kau bentak-bentak dirinya oleh sebab perkara sepele. Bahkan kau pukul hanya karena kesal. Jangan ! Sebab, jika kau lakukan itu, maka dirimu telah menggosokkan belati ke ikatan cinta kalian. Semakin sering belati ini kau gosokkan, semakin rapuhlah ikatan ini. Jika sudah demikian, maka tunggulah saatnya ikatan cinta kalian akan putus.
Bukankah yang kalian inginkan adalah ikatan tersebut terus menerus kuat ? Bukankah yang kalian kehendaki adalah rumah tangga menenteramkan hati ? Bukankah yang kalian dambakan adalah rumah tangga romantis yang menyejukkan ? Maka perkuatlah terus ikatan cinta kalian. Dengan ahlak yang baik. Dengan membiasakan menggunakan ucapan yang manis dan menyenangkan. Dengan saling memberikan pujian tulus. Saling menghormati. Saling menghargai. Saling menjaga sikap. Saling berkomitmen menjaga perasaan satu sama lain. Saling mengendalikan kata-kata ketika marah. Dan saling berupaya menjaga kadar kasih sayang tetap utuh, meski dilanda musibah atau prahara yang menghantam biduk rumah tangga.

ujar lembut sebagai pupuk pohon cinta

Cinta merupakan percikan Rahmat dari Sang Pencipta
Dianugerahkan pada setiap insan yang jernih hatinya
Makin lembut tutur katanya, makin jernih hatinya
Sebab tutur kata adalah cermin dari hati insan manusia
Cinta bagaikan pohon yang benihnya ditanamkan Sang Pencipta ke dalam hati manusia. Buahnya adalah kebahagiaan. Batangnya kesetiaan. Akarnya pengorbanan. Jangan pernah berharap pohon cinta itu berbuah sebelum tumbuh subur, besar dan kokoh.
Maka pupuklah pohon cinta itu dengan ujaran lembut. Agar cepat besar lalu berbuah. Tutur kata lembut sangatlah penting dalam kehidupan cinta. Perkataan lembut meringankan beban hati. Perkataan lembut menghilangkan rasa curiga dan pemikiran buruk. Perkataan buruk menciptakan suasana hangat dan mesra. Perkataan lembut menciptakan susasana saling menghargai dan menghormati. Perkataan lembuat adalah cerminan ahlak mulia. Perkataan lembut adalah pilar dari kerendahan hati. Perkataan lembut menjauhkan dari sikap sombong dan ingin menang sendiri. Perkataan lembut lebih dekat kepada sikap pemaaf dan sabar.
Ketika kekasih khilaf dan berkata-kata dengan nada tinggi, jangan membalasnya dengan meninggikan suara pula. Sebab yang demikian itulah yang diinginkan syetan. Nada tinggi dibalas dengan nada tinggi hanya akan memperkeruh suasana. Memperpanas hati. Membakar emosi. Meluapkan amarah. Dan akhirnya berujung pada pertikaian. Dan ingatlah, setiap pertikaian selalu meninggalkan sayatan pada pohon cinta. Maka jika ingin pohon cinta kalian tetap utuh wahai para pecinta, maka hindarilah pertikaian yang seringkali diawali dengan perang nada tinggi ini. Maka balaslah nada tinggi kekasih dengan nada lembut. Jagalah hati agar tetap dingin. Jangan terpancing oleh luapan emosi sesaat. Salah satu cara menghindari amarah adalah engkau berwudlu. Sebab syetan-syetan spesialis pembangkit amarah yang mengelilingimu akan lari tunggang langgang ketika engkau berwudlu lalu berdo’a memohon perlindungan kepadaNya. Ketika kekasih melihatmu tetap tenang dan kalem, tentunya nuraninya akan bangkit dan mengingatkan dirinya sendiri untuk lebih terkendali dan menurunkan nada tingginya.

tingkatan cinta

Ada tiga tingkat cinta.
Pertama, cinta atas dasar harapan mendapat sesuatu. Yaitu ketika seorang yang mencintai kekasihnya karena menginginkan sesuatu dari kekasihnya itu. Dan sesuatu yang diinginkannya itu biasanya berujud materi. Seorang wanita biasanya mudah tergoda dengan materi. Isteri yang mencintai suaminya karena ingin hartanya, berarti dia masuk dalam golongan ini. Isteri yang memijit punggung suaminya hanya ingin jatah nafkahnya ditambah. Isteri yang menyuguhkan teh hangat disertai seulas senyuman hanya karena ingin merayu minta dibelikan anting-anting. Atau isteri yang rajin bersih-bersih rumah dengan niat suami membelikan perabot baru. Semuanya masuk dalam golongan cinta tingkat ini. Cinta seperti ini adalah tingkatan cinta yang paling rendah. Jika keinginannya tidak terpenuhi maka kadar cinta pecinta golongan ini sontak turun tajam. Bahkan kemudian hatinya terisi oleh bibit-bibit kejengkelan, kebencian dan kemarahan. Sehingga bila akumulasi harapan-harapannya yang tak terpenuhi itu sudah sedemikian besar, seringkali berujung pada perselisihan, bahkan perpisahan.
Kedua, cinta atas dasar mengharap ridho kekasih. Cinta seperti ini lebih tinggi tingkatannya dari yang pertama. Yaitu mencintai kekasih karena semata mengharap ridhonya. Orang yang memiliki cinta tingkat kedua ini akan melakukan apapun secara sukarela dengan tujuan agar kekasih mendapatkan kebahagiaan. Agar kekasih memperoleh kesenangan. Agar kekasih terhindar dari marabahaya, dll. Terkadang ada dia berani mengambil resiko besar dalam melakukan hal-hal tersebut. Terkadang dia bersedia melakukan sesuatu yang konyol dan memalukan. Terkadang dia mau melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Bahkan tak jarang ada yang rela melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya sendiri. Dalam melakukan semuanya itu, dia tidak mengharapkan imbalan dari kekasih atas apa yang dilakukannya itu. Yang ada dihatinya hanyalah niat tulus agar kekasihnya senang dan bahagia, itu saja. Dan inilah yang disebut cinta tulus. Dan ketika kekasih tersenyum senang, diapun turut merasakan kesenangan itu. Manakala kekasih bahagaia, hatinyapun turut merasa bahagia.
Ketiga, cinta atas dasar mengharap Ridho Allah sekaligus ridho kekasih. Inilah cinta sejati. Inilah cinta tertinggi. Pada cinta jenis kedua (mengharap ridho kekasih), adakalanya orang tersebut melakukan sesuatu dengan tulus namun apa yang dilakukannya itu tidak diridhoi oleh Allah, Sang Pencipta Cinta. Artinya apa yang dilakukannya itu menyimpang dari aturan-aturan agama. Jika demikian adanya, maka dia dan kekasihnya tidak akan merasakan kebahagiaan sejati. Yang dirasakannya hanyalah kesenangan jangka pendek dan bersifat semu. Misalnya saja waktu sholat maghrib hampir habis dan dia membiarkan kekasihnya asyik menonton TV karena tidak mau mengganggu kesenangannya. Atau dia terus menerus memanjakannya dengan selalu membelikan barang-barang mewah secara mubazir dan berfoya-foya menghamburkan uang untuk menyenangkan kekasihnya (yang tidak punya nilai ibadah). Itu semua bertentangan dengan aturan Allah. Dan orang yang tindakannya bertentangan dengan aturanNya tidak akan menemukan ketentraman hidup dan kebahagiaan sejati. Sebab, yang meniupkan kebahagiaan dan ketenangan hidup kedalam hati manusia hanyalah Allah. Dan kebahagiaan sejati di dunia ini adalah ketika amal perbuatan seseorang itu sejalan dengan PerintahNya (sejalan dengan nurani). Yaitu ketika amal perbuatannya itu memiliki nilai ibadah.
Itulah kenapa cinta tulus saja tidak menjamin kebahagiaan. Yang menjamin kebahagiaan adalah cinta jenis ketiga, yakni cinta tulus mengharap Ridho Allah sekaligus kekasih. Jadi apa yang dilakukan haruslah sesuai dengan jalur pencarian ridhoNya terlebih dulu, baru ridho kekasihnya.
Tanpa air…
Tiada kehidupan bagi tetumbuhan
Tanpa cinta sejati…
Tiada kebahagiaan bagi insan
Jalaran cinta adalah gerbang
Menuju kota kebahagiaan
Wahai pecinta
Cairkanlah hatimu…
Lalu siramlah hati kekasih
Agar selalu segar dan bersih
Sebab yang demikian itulah cinta

letakkan hati kekasih diatas

Cinta…
Nama lain dari keteguhan hati
Tuk selalu letakkan hati kekasih berada diatas
Demi lancarkan sebuah pelayaran yang diretas
Menuju pulau kebahagiaan
Syair diatas menggambarkan bahwa cinta adalah komitmen. Komitmen untuk menghormati, menghargai dan meletakkan hati kekasih berada diatas hati kita sendiri. Muhammad, pria paling romantis di muka bumi ini memberi pesan penting bagi kita agar selalu membalas kebaikan orang lain dengan balasan yang lebih baik atau setidaknya setimpal. Jika kepada orang lain saja kita dianjurkan memberi yang lebih baik, maka tentunya kepada kekasih sendiri juga begitu atau bahkan lebih baik lagi.
Namun komitmen dan kesungguhan untuk menghormati, menghargai dan mencintai kekasih sama seperti diri sendiri sangatlah sulit. Apalagi meletakkan hatinya diatas hati kita, tentu lebih sulit lagi. Ini karena setiap orang memiliki ego. Ego untuk mementingkan dirinya sendiri. Ego untuk mencintai dirinya sendiri. Ego untuk membuat dirinya sendiri nyaman dan menomorduakan kenyamanan orang lain. Ego untuk membenarkan pendapat sendiri. Ego untuk memandang eksistensi dirinya lebih penting dari orang lain. Ego untuk menganggap jasanya lebih tinggi dan lebih banyak ketimbang orang lain. Ego untuk mempersalahkan orang lain ketika terjadi sesuatu. Ego untuk menang sendiri dalam setiap perselisihan tanpa memandang secara adil duduk perkaranya. Ego, untuk bukannya minta maaf terhadap kekeliruan, tapi membela diri habis-habisan dengan berbagai cara. Ego untuk melimpahkan tugas dan tanggungjawab kepada orang lain. Dan ego-ego lainnya yang mempersulit upaya “meletakkan hati kekasih diatas”.
Ego-ego (negatif) seperti diatas memang tak bisa dibuang (kecuali orang-orang berderajat tertentu saja yang bisa), tetapi bisa dikendalikan dan dikekang. Ego bagaikan kuda liar yang tak pernah mau tunduk kepada siapapun. Ego selalu ingin mengendalikan, tidak dikendalikan. Oleh karena untuk mengekangnya dibutuhkan kekuatan dahsyat dari dalam diri. Kekuatan dahsyat ini diperoleh dari kelembutan hati. Maka wahai pecinta, jika engkau ingin meletakkan hati kekasih berada diatas, menghormati, menghargai serta mencintai dengan setulusnya, maka perlembutlah hatimu. Mengalahlah untuknya. Setelah engkau bisa mengendalikan egomu sendiri, maka engkau akan punya peluang yang sangat besar untuk bisa mengendalikan ego kekasihmu. Tetapi jika egomu sendiri tak bisa kau kendalikan, maka jangan bermimpi bisa mengendalikan ego kekasih.

pengerat cinta

Angkuh. Itulah salah satu pengerat cinta. Menjadikannya tergerus seiring dengan bergulirnya masa. Banyak sekali cinta yang rusak dan akhirnya mati oleh gerusan keangkuhan empunya.
Seorang yang hatinya diselimuti keangkuhan tak pernah merasa bahwa hatinya sedang diselimuti. Pada akhirnya seorang yang angkuh akan berkata kepada kekasihnya : “Cerai denganmu juga nggak papa”. “Cerai dengan kamu juga nggak pathekan”. Bahkan juga mengatakan : “Aku malah senang cerai dengan kamu, penghasilanmu kecil, sehingga bikin aku susah”. Kata-kata semacam itu adalah kata-kata yang hanya lahir dari hati yang angkuh. Kata-kata yang menunjukkan kesombongan. Seolah-olah dirinya jauh lebih hebat dan lebih berharga dari kekasihnya. Sehingga dia merasa berpisah dengan kekasihnya bukanlah kerugian baginya. Demikianlah keangkuhan.
Keangkuhan membuat seseorang cenderung untuk meremehkan orang lain. Meremehkan jasanya. Meremehkan perannya. Meremehkan perasaannya. Menyepelekan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Menyepelekan urusannya. Dan akhirnya meremehkan eksistensinya. Keangkuhan juga melahirkan kesombongan. Kesombongan menyebabkan seseorang tidak mau menerima kebenaran, terutama apabila kebenaran itu datang dari orang yang diremehkannya. Seorang yang menganggap kekasihnya selalu salah adalah orang yang angkuh. Dan itu menunjukkan bahwa dia sendirilah yang salah.
Maka wahai para pecinta, jika ingin pohon cinta kalian utuh, singkaplah selimut keangkuhan dari hati kalian. Jadikanlah diri kalian sosok yang rendah hati untuk cinta. Kerendahan hati kalian akan menggugah kekasih untuk turut merendahkan hatinya. Dan ketika kalian berdua berhasil memupuk sifat rendah hati, maka romantisme semakin melingkupi kehidupan kalian. Kalian berdua akan selalu membutuhkan satu sama lain. Saling menghargai perasaan. Saling menyayangi dengan tulus. Dan saling menghormati peran serta eksistensi masing-masing.
Rendahnya keangkuhan hati
Lambungkan makna cinta hakiki
Laksana lentingan…
Makin panjang ditarik ke kiri
Makin jauh batu terbang ke kanan

cinta adalah berbagi

Cinta adalah berbagi
Apa yang engkau lakukan ketika kekasihmu pulang dari mencari rezeki, dan “hanya” membawa sepotong roti hari ini ?. Engkau masuk golongan pertama: golongan yang belum mengenal salah satu pilar cinta. Yaitu jika engkau memasang raut muram pada wajahmu. Dan meletakkan senyummu di belakang kekesalanmu.
Namun engkau masuk golongan kedua: memahami makna berbagi dalam cinta. Yaitu jika lisan dan hatimu mengujarkan Alhamdulillah. Tetap bersyukur atas karunia rezeki yang diterima. Senyum manis tetap kau sedekahkan kepada kekasih. Dan berprasangka baik bahwa mungkin memang hari itu hari yang berat baginya, atau mungkin juga itu ujian Allah bagi mereka berdua.
Apa dan berapapun rezekinya, berbagi dalam cinta akan menjadikannya lebih nikmat. Sepotong roti itu akan mengenyangkan mereka, InsyaAllah. Itulah cinta. Menjadikan apapun lebih nikmat ketika rela berbagi dalam kerangka syukur.
Maka wahai para pecinta, berbagilah dengan penuh kerelaan. Penuh rasa ridho. Bagilah hatimu dengan kekasih. Luka dihatinya adalah lukamu. Maka jagalah hatinya seperti engkau menjaga hatimu. Berilah hatinya sepotong kesenangan seperti layaknya yang kau berikan pada hatimu. Bagilah senyummu. Senyum adalah sedekah mudah tapi susah. Mudah bagi pecinta sejati. Dan susah bagi pecinta picisan. Bagilah keceriaanmu. Jangan biarkan kemuraman melekati wajahmu, hingga mengurangi rona keceriaan wajahnya. Bagilah rezekimu. Bagilah pula waktumu. Waktumu bukanlah waktumu, tapi waktu kalian berdua. Bagilah fikiranmu. Dan bagilah pula hidupmu….
Tak ada salahnya belajar dari mahluk Allah yang lain akan makna berbagi dalam cinta, seperti yang dituangkan dalam syair ini :
Induk burung pulang dengan hanya membawa ulat kurus
Lalu suapkan kepada anak-anaknya dengan tulus
Meski kenyang tak seberapa
Anak-anaknya menikmati dengan gembira
Karena kegembiraan mereka tak bersandar pada makanannya
Namun pada suasana berbagi
Sebab itulah inti cinta sejati

cinta untuk hati

Suara merdu, untuk didengarkan
Panorama elok, untuk dilihatkan
Sedang cinta sejati, untuk dirasakan
Oleh hati yang murni
Bersih dari nafsu dan berahi
Setiap indera membutuhkan obyek untuk dinikmati. Telinga membutuhkan suara-suara merdu. Suara aliran sungai yang tenang. Suara kicau burung di pagi hari. Suara gemuruh ombak yang mengguyur pasir bergantian. Suara alunan adzan dari kejauhan. Atau syahdunya suara lantunan ayat-ayat Al-Qur’an. Semuanya membuat telinga dimanjakan.
Mata memerlukan pemandangan-pemandangan indah untuk dilihat. Langit yang menghampar biru. Gunung yang kokoh tinggi. Atau laut luas yang seakan tak berbatas. Seluruhnya memberikan kenikmatan tersendiri bagi penglihatan manusia.
Lidah menuntut hidangan-hidangan lezat untuk dikecap. Gurihnya daging burung. Segarnya buah jeruk. Manisnya kurma. Atau air zam-zam. Kesemuanya memuaskan lidah.
Telinga menuntut suara. Mata menuntut panorama. Lidah menuntut makanan dan minuman lezat penggugah selera. Lalu apa yang dituntut hati ? Hati menuntut cinta. Tetapi hati tak akan pernah mendapatkannya. Kecuali telah bersih dari debu-debu nafsu yang melekati permukaannya.
Cinta memenuhi kebutuhan hati. Pemenuhan cinta kepada hati ini lebih indah ketimbang pemenuhan yang dilakukan panorama kepada mata. Lebih nikmat ketimbang pemenuhan makanan dan minuman terlezat kepada lidah. Dan lebih syahdu ketimbang pemenuhan suara termerdu kepada telinga. Itu karena hati adalah indera yang lebih agung. Lebih tinggi dari semua indera lainnya. Terkadang hati memberitahu banyak hal diluar jangkauan indera lainnya. Indera yang lima hanya memberitahu yang kasat indera. Sedang hati tidak. Cinta tulus mampu membuat hati halus. Sehingga mampu memberitahu bahwa kekasih merindukan kita. Bahwa kekasih membutuhkan kita. Bahwa kekasih dalam cengkeraman marabahaya. Sehingga kita harus cepat-cepat menjumpainya. Tuk memberikan perlindungan. Dan menyiramkan kasih sayang yang dibutuhkannya.

Ahlak indah: Sumber cinta sejati

Ketika seseorang yang berakal sehat memilih calon pasangan hidup, dan disajikan banyak nama (hanya nama), tentu yang menjadi kandidat adalah yang memiliki nama-nama paling indah. Tetapi setelah diperdengarkan alunan suaranya, tentu yang dipilih adalah yang mempunyai suara paling lembut dan merdu. Dan setelah diperlihatkan wajah dari para calon tersebut, maka yang akan dipilih adalah yang paling cantik dan menarik. Namun, ketika diperlihatkan perangai dan ahlak mereka yang sesungguhnya, maka siapa yang akan terpilih ?
Tentunya yang terpilih adalah calon yang berperangai terbaik. Calon yang berahlak paling mulia. Ya, ahlak mulia. Dan dari empat sebab seorang wanita dinikahi (Karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya dan karena agamanya) Islam memberi petunjuk bahwa syarat agama yang baik merupakan syarat utama yang tak dapat ditawar.
Agama yang baik adalah ahlak yang baik. Ahlak adalah sesuatu yang diciptakan oleh manusia. Diantaranya meliputi pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan. Seorang yang baik agamanya, akan selalu taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Pikirannya selalu mengarah pada kebaikan. Perasaannya selalu terjaga dari prasangka buruk terhadap Allah dan orang lain. Lisannya menghasilkan perkataan yang benar, bermanfaat dan menyejukkan bagi orang-orang sekitarnya. Dan setiap perbuatannya tak lain hanyalah kebaikan yang menyebarkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Manusia dikaruniai oleh Allah dua mata. Yakni mata kepala dan mata hati. Mata kepala dipuaskan oleh wajah dan fisik nan indah (cantik atau tampan) dan mata hati dipuaskan oleh ahlak yang baik. Tentu saja, idealnya pasangan hidup yang baik adalah yang berahlak baik dan berwajah cantik.
Adapun, jika seorang pemuda mencintai atau memilih isteri hanya karena wajahnya cantik, padahal agama (ahlaknya) tidak baik, maka cinta yang demikian itu adalah cinta yang bersumberkan nafsu. Cinta ragawi. Cinta yang semu. Cinta yang fatamorgana. Kenapa semu ? Karena kesenangan indera mata hanya sebentar. Setelah itu, pasangannya yang berahlak buruk itu akan membuatnya tidak bahagia. Ucapan, sikap dan perbuatannya tidak membuatnya ridho. Tidak membuatnya senang. Dan membuat mereka berdua tidak semakin mendekati jalur kebaikan (agama).
Akan tetapi jika pemuda itu memilih pendamping yang berahlak baik, meskipun wajahnya tidak terlalu cantik, maka ahlak yang baik ini membuatnya ridho. Sikap, ucapan dan perbuatannya membuatnya senang. Dan karena ahlaknya baik, wajah isterinya itupun semakin lama akan semakin menarik dan cantik. InsyaAllah.
Oleh karena itu, wahai pemuda, tempatkanlah kriteria agama (ahlak baik) ini sebagai kriteria pertama dan utama untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di aherat. Lalu bagaimana cara mendapatkan pendamping yang berahlak baik ini ? Sangat mudah!. Perbaikilah agama dan ahlakmu sendiri. Taatilah perintah agama dan jauhi larangannya. Perbagus ucapan, sikap dan perbuatanmu kepada siapapun. Isilah hari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat dan memiliki nilai investasi aherat. Karena sesuai dengan janji Allah, pemuda yang baik akan mendapatkan pemudi yang baik pula. Dan pemuda yang tidak baik akan mendapatkan pemudi yang tidak baik pula . Setelah engkau menjadi pribadi yang shaleh dan taat beragama, maka InsyaAllah, Allah akan menuntun pikiran dan hatimu bagaimana mendapatkan pendamping hidup yang baik pula.

Persuaan dua sukma yang mulia…
Begitulah arti cinta sesungguhnya
Laksana penyatuan air dan gula
Akan tecipta wujud yang berbeda
Wujud yang lebih bermakna…
Perjumpaan dua ahlak indah ini akan menjadikan pemiliknya pribadi yang baru. Lebih bahagia. Saling melengkapi dan menutup kekurangan-kekurangan yang manusiawi. Dan tentu saja, hidupnya akan lebih kaya makna.

awal cinta

Setiap benda pasti bermula. Setiap wujud punya sejarah kapan diciptakan. Dan setiap ciptaan, apapun itu, pasti memiliki awal. Lalu kapankah awal mula cinta ?
Adam, sang manusia pertama, diciptakan dan diberi anugerah besar untuk tinggal di Surga. Tempat terindah. Tempat terbaik bagi manusia. Tempat dengan segala pemandangan elok yang tak mampu dibayangkan. Yang memiliki suara-suara merdu yang belum pernah di dengar telinga. Yang memiliki aneka ragam makanan dan minuman yang kelezatannya tak terbandingkan.
Namun, mengapa Adam merasa gelisah ? Apakah pemandangan Surga kurang indah ? Apakah istananya kurang megah ? Apakah makanan dan minumannya kurang menggoyang lidah ? Tentu bukan !. Semua yang ada di Surga itu adalah suguhan terbaik bagi inderanya. Sedangkan gelisah adalah urusan hati. Hatinya merasa belum mendapatkan makanan. Belum mendapat apa yang kemudian menjadi cikal bakal cinta. Ya. Adam butuh pendamping. Butuh kasih sayang (dari sesama mahluk). Butuh ungkapan kelembutan. Butuh seseorang untuk dikasihi dan mengasihi. Butuh seseorang untuk dirindukan dan merindukan. Butuh seseorang untuk menikmati karunia Allah bersama-sama.
Lalu anugerah indah diberikan Allah kepadanya. Cinta. Suatu perasaan. Sesuatu yang bertempat di hati. Peneduh hati. Alasan pengorbanan. Mata air pencurah kasih sayang. Dan tentu saja, dianugerahkan pula penyaluran dari kesemua itu. Yaitu seorang makhluk lembut bernama wanita…
Seperti yang dituangkan dalam syair berikut :
Cinta, karya indah Sang Pencipta
Dimulakan di surga…
Dirasukkan dalam jiwa Adam dan Hawa
Lalu dianak-pinakkan ke jiwa setiap insan manusia
Dengan kadar yang berbeda…

ritual cinta

Cinta sepasang suami isteri bagaikan pohon yang memerlukan siraman air dan pupuk agar tetap tumbuh sehat dan besar. Tidak layu. Tidak mati. Pupuk dan air bagi pohon cinta itu adalah ritual romantisme. Disebut ritual karena memang harus dilaksanakan dengan tulus sepenuh hati dan secara rutin. Jika ritual-ritual cinta romantis ini dilaksanakan oleh suami isteri sepenuh hati dan rutin, maka Insya Allah akan merengkuh manisnya cinta yang mendalam dan tak terkira nikmatnya. Ritual-ritual cinta ini diajarkan oleh Nabi Muhammad. Bukan hanya seorang nabi utusan Allah, Muhammad juga merupakan seorang suami paling romantis yang pantas dijadikan teladan bagi kita yang ingin meraih cinta sejati. Meraih kebahagiaan akherat dan kebahagiaan dunia.

Cinta Romantis


Memahami makna cinta sejati merupakan kebutuhan awal sebelum menceburkan diri kedalam telaga cinta itu sendiri. Sebab pemahaman cinta yang keliru akan menceburkan kita kedalam telaga yang keliru pula. Sehingga tidak mendapatkan kebahagiaan yang diimpikan dan diidamkan. Ingatlah wahai saudara, sedalam apa hatinya, sedalam itu cintanya.
Mula Cinta

Ahlak indah: Sumber cinta sejati

Cinta untuk hati

Cinta adalah berbagi

Cobaan selalu datang kepada cinta

Pengerat cinta

Letakkan hati kekasih diatas

Tingkatan Cinta

Rasakanlah kesedihannya

Rutinkan ritual cinta!

Nyatakan cintamu

Ujaran lembut sebagai pupuk pohon cinta

Cinta: Ikatan yang kuat

Dahulukan kekasih

Bersedih karena cinta



 

Cinta Romantis

Cinta bukanlah benda, yang terlihat
Namun irama perasaan yang mengalun memikat
Tersimpan rapi di ruang hati
Hanya kekasih sejati yang mengetahui,,,,,