Sabtu, 14 Mei 2011

awal cinta

Setiap benda pasti bermula. Setiap wujud punya sejarah kapan diciptakan. Dan setiap ciptaan, apapun itu, pasti memiliki awal. Lalu kapankah awal mula cinta ?
Adam, sang manusia pertama, diciptakan dan diberi anugerah besar untuk tinggal di Surga. Tempat terindah. Tempat terbaik bagi manusia. Tempat dengan segala pemandangan elok yang tak mampu dibayangkan. Yang memiliki suara-suara merdu yang belum pernah di dengar telinga. Yang memiliki aneka ragam makanan dan minuman yang kelezatannya tak terbandingkan.
Namun, mengapa Adam merasa gelisah ? Apakah pemandangan Surga kurang indah ? Apakah istananya kurang megah ? Apakah makanan dan minumannya kurang menggoyang lidah ? Tentu bukan !. Semua yang ada di Surga itu adalah suguhan terbaik bagi inderanya. Sedangkan gelisah adalah urusan hati. Hatinya merasa belum mendapatkan makanan. Belum mendapat apa yang kemudian menjadi cikal bakal cinta. Ya. Adam butuh pendamping. Butuh kasih sayang (dari sesama mahluk). Butuh ungkapan kelembutan. Butuh seseorang untuk dikasihi dan mengasihi. Butuh seseorang untuk dirindukan dan merindukan. Butuh seseorang untuk menikmati karunia Allah bersama-sama.
Lalu anugerah indah diberikan Allah kepadanya. Cinta. Suatu perasaan. Sesuatu yang bertempat di hati. Peneduh hati. Alasan pengorbanan. Mata air pencurah kasih sayang. Dan tentu saja, dianugerahkan pula penyaluran dari kesemua itu. Yaitu seorang makhluk lembut bernama wanita…
Seperti yang dituangkan dalam syair berikut :
Cinta, karya indah Sang Pencipta
Dimulakan di surga…
Dirasukkan dalam jiwa Adam dan Hawa
Lalu dianak-pinakkan ke jiwa setiap insan manusia
Dengan kadar yang berbeda…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar